Indosat Indosat Indosat

Dalam Sorotan: Modus Tukang Palsu yang Curi Kabel di KS Tubun Jakbar

Dalam Sorotan: Modus Tukang Palsu yang Curi Kabel di KS Tubun Jakbar

Indosat

Siang Bolong di KS Tubun: Dua “Tukang” Palsu dan Aksi Pencurian Kabel yang Nyaris Sempurna

Jakarta Barat 24 Jam– Dalam terik matahari Jakarta Barat yang menyengat, di sepanjang median jalan KS Tubun, Palmerah, aktivitas tampak berjalan seperti biasa pada Minggu (26/10/2025) itu. Lalu lintas padat, warga beraktivitas, dan dua orang pria tampak asyik “bekerja” di antara tanaman dan fasilitas jalan. Siapa sangka, di balik topeng pekerja keras yang meyakinkan itu, tersembunyi niat jahat yang baru terkuak setelah aksi mereka terekam lensa ponsel warga dan menjadi viral di media sosial.

Penampilan yang Menipu: Seragam “Tukang” sebagai Kamuflase

Salah satu saksi mata, Ipah (44), seorang pedagang yang sehari-harinya berjualan di sekitar lokasi, mengaku sempat melihat kedua pria tersebut. Namun, kecurigaan sama sekali tidak terlintas di benaknya. “Kemarin saya sempat ngelihat sih sebentar. Dua orang di situ, tapi saya kirain mah tukang. Soalnya setelannya kayak tukang aja, siang-siang juga kan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/10/2025).

Indosat

Tampang Dua Pencuri Kabel Penerangan Jalan yang Bikin Satu Desa Gelap

Baca Juga: Insiden Atap Lapangan Padel Roboh di Jakbar Akibat Angin Kencang

Kata-kata Ipah ini mengungkapkan strategi cerdas—namun kriminal—yang digunakan oleh para pelaku. Mereka memanfaatkan stereotip dan kepercayaan umum. Siapa yang akan mencurigai seorang tukang yang sedang bekerja di siang hari bolong? Seragam yang mirip, alat yang dibawa, dan keberanian mereka beroperasi di tempat terbuka, menjadi kamuflase yang hampir sempurna. Mereka bukan hanya sekadar berdandan, tetapi juga memerankan peran dengan percaya diri.

Ipah bahkan mengira mereka sedang merapikan atau merawat median jalan. “Saya pikir mah lagi ngerapiin itu justru. Enggak tahunya dengar dari yang beli (pelanggan warungnya), katanya itu nyolong kabel,” tuturnya dengan nada heran. Keterkejutan Ipah adalah bukti betapa efektifnya penyamaran tersebut. Pelaku tidak terburu-buru; mereka mondar-mandir di area itu sebelumnya, berpura-pura merawat tanaman atau mengecat fasilitas, sehingga kehadiran mereka dianggap wajar oleh warga sekitarnya.

Modus Operandi: Menggali dengan Santai di Bawah Matahari

Kesaksian warga lain, Kasmi (62), melengkapi gambaran aksi nekat ini. Pelaku tidak menggunakan alat berat atau metode rumit. Mereka memanfaatkan kondisi median jalan yang masih berupa tanah, sehingga mudah untuk digali. “Jadi sama dia digali, itu kan masih tanah doang tuh, jadi gampang digali,” jelas Kasmi.

Yang lebih mencengangkan adalah sikap mereka selama melakukan aksi. Alih-alih tampak gugup atau terburu-buru, kedua pria ini terlihat sangat santai. Mereka bertindak seolah-olah sedang mengerjakan tugas resmi, sepenuhnya menguasai situasi dan yakin bahwa tidak ada yang akan mengganggu. Kesantunan ini adalah bagian dari psikologi penipuan—sikap yang tenang dan wajar justru mengurangi kecurigaan.

Sasaran Empuk: Kabel Tua yang Berharga

Lalu, apa yang sebenarnya mereka incar? Menurut Kasmi, targetnya adalah kabel yang mengandung tembaga di dalamnya. Tembaga merupakan komoditas yang memiliki nilai jual tinggi di pasar gelap. Pelaku tampaknya memahami betul pola pemasangan dan penggantian fasilitas umum di lokasi tersebut.

Kasmi menuturkan, di lokasi tersebut telah terpasang lampu lalu lintas (traffic light) yang baru, berwarna putih, yang dipasang beberapa bulan sebelumnya. Rencananya, lampu lama akan dicopot. “Eh ternyata ini kabel-kabelnya pada diambilin,” pungkasnya. Pelaku memanfaatkan masa transisi ini—kabel dari lampu lama yang sudah tidak digunakan tetapi belum sepenuhnya diamankan—menjadi sasaran empuk. Mereka seolah “memanen” tembaga sebelum pihak berwenang sempat mencabutnya secara resmi.

Indosat