Indosat Indosat Indosat

Dengan Kondisi Jalan yang Padat, Ancaman Maut di Jalan Daan Mogot Kian Nyata

Dengan Kondisi Jalan yang Padat, Ancaman Maut di Jalan Daan Mogot Kian Nyata

Indosat

Jalan Daan Mogot Kembali Merenggut Nyawa: Sebuah Tragedi yang Terulang dan Panggilan untuk Aksi Nyata

Jakarta Barat 24 Jam– Dengan dentuman keras dan eretan ban di aspal, nyawa kembali melayang di Jalan Daan Mogot. Sebuah nama lagi akan tercatat dalam statistik kelam jalan yang telah lama dikenal sebagai “jalur maut” ibukota. KP, 57 tahun, seorang pengendara sepeda motor, meregang nyawanya pada Minggu malam, 5 Oktober 2025, setelah tubuhnya terlindas roda belakang truk Isuzu. Hanya dalam selang tiga hari, jalan yang sama telah merenggut nyawa JP, 40 tahun, dalam insiden serupa. Dua cerita, satu lokasi, dan akhir yang sama: kematian di tengah hiruk-pikuk Jakarta Barat.

Detik-Detik Nahas di Kilometer 10

Berdasarkan penuturan Kepala Unit Penegak Hukum Polres Metro Jakarta Barat, AKP Joko Siswanto, tragedi yang menimpa KP dimulai dengan sebuah gerakan oleng yang fatal. KP sedang melaju dari arah barat menuju timur, menyusuri arus kendaraan di Jalan Daan Mogot Kilometer 10. Setibanya di dekat gedung GAC Cengkareng, tiba-tiba ia kehilangan kendali atas motornya.

Indosat

“Sehingga oleng ke kanan dan terjatuh,” kata Joko.

Jalan Daan Mogot Kembali Merenggut Nyawa, Pemotor Tewas Terlindas Truk

Baca Juga: Suasana Mencekam di Kosan Kembangan Usai Ditemukan Mayat Pria dengan Luka Tusuk di Dada

Dalam posisi terjatuh dan rentan di aspal, nasib buruk berpihak padanya. Sebuah truk bermuatan, dengan nomor polisi B-9732-UCZ yang dikemudikan oleh BDK, melaju searah dari samping kanannya. KP tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri. Roda belakang kiri truk yang masif itu melindasnya tanpa ampun. Akibatnya sungguh mengerikan: luka parah di bagian kepala dan kaki kanan robek. Nyawanya tidak tertolong. KP meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP), meninggalkan hanya jejak darah dan duka bagi keluarganya. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke RSUD Kabupaten Tangerang, mengakhiri perjalanan terakhirnya di jalan yang menjadi saksi bisu kematiannya.

Eko Kematian yang Baru Saja Bergema

Tragedi KP bukanlah sebuah insiden yang berdiri sendiri. Ia adalah gema dari sebuah ledakan duka yang baru saja terjadi. Pada Kamis, 2 Oktober 2025, atau tepat tiga hari sebelumnya, Jalan Daan Mogot sudah lebih dulu menelan korban.

Korban itu adalah JP, 40 tahun. Ceritanya nyaris serupa: sebuah sepeda motor yang hilang kendali. Menurut AKP Joko Siswanto yang kembali memberikan konfirmasi, kecelakaan ini terjadi di arah yang sama, tepatnya di dekat bengkel Fajar Motor, Cengkareng. Motor yang dikendarai JP, bernomor polisi B 6294 UXZ, tiba-tiba oleng. Alih-alih dapat dikendalikan, motor itu menabrak sebuah tiang dan terlempar, hingga akhirnya jatuh ke dalam parit. JP pun tewas di tempat.

Dua insiden dalam kurun waktu seminggu. Dua nyawa melayang dengan cara yang mirip. Polanya seolah berulang: pengendara motor, kehilangan kendali, dan berakhir dengan tragis. Pertanyaannya, apakah ini sekadar kebetulan, atau sebuah indikasi dari masalah sistemik yang jauh lebih besar?

Indosat