Pengakuan Jujur Jordi Amat Usai Persija Jakarta Takluk dari PSM Makassar: “Bukan Performa Terbaik Kami”
Jakarta Barat 24 Jam– Jordi Amat dengan jujur mengakui bahwa timnya tidak tampil dalam performa terbaik. Pemain berusia 33 tahun itu menyatakan, “Hari ini Persija tidak berada dalam permainan terbaik. Sebenarnya kami memiliki kesempatan untuk menang, tetapi ternyata tidak bisa”. Pengakuan ini menunjukkan kesadaran tinggi sang pemain terhadap kondisi tim.
Gagal Memanfaatkan Peluang
Amat mengungkapkan bahwa sebenarnya Persija menciptakan sejumlah peluang emas, tetapi tidak mampu mengubahnya menjadi gol. “Kami harus melakukan lebih banyak, dan pada akhirnya kami sebenarnya punya beberapa peluang untuk mencetak gol, tapi kami tidak memanfaatkannya”. Hal ini terlihat jelas ketika Allano Brendon berhasil membobol gawang PSM pada menit ketujuh, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.
Baca Juga: Sebuah Anomali Cuaca: Jakarta Diguyur Hujan Ringan di Awal Musim Kemarau 2025
Tekanan Solid PSM
Amat juga memberikan penghargaan kepada PSM yang tampil lebih solid. “PSM bermain sangat kuat selama pertandingan. Mereka menekan kami dan mereka layak menang”. Tekanan konsisten yang diberikan PSM selama 95 menit membuat Persija kesulitan membangun permainan.
Kronologi Pertandingan Mematikan untuk Persija
Persija sempat menunjukkan ancaman serius ketika Allano Brendon membobol gawang PSM pada menit kelima, sayangnya gol ini dianulir karena offside. PSM balik menekan melalui Victor Dethan (31′) dan Jacques Medina (41′), tetapi kedua peluang ini digagalkan kiper Carlos Eduardo yang menjadi penyelamat Persija di babak pertama.
Babak Penentu
PSM akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-56 melalui tendangan bebas keras Savio Roberto yang berhasil meluncur ke gawang Persija. Pada menit ke-79, Abu Kamara menggandakan keunggulan PSM melalui sundulan dari umpan silang Rizky Eka Pratama.
Posisi Persija dan PSM Usai Laga
Tabel Dampak Kekalahan terhadap Posisi Klasemen
| Tim | Posisi Klasemen | Poin | Kondisi Terkini |
|---|---|---|---|
| Persija Jakarta | Tertahan di peringkat 2 | 11 poin | Kalah pertama kali setelah 3 menang & 2 imbang |
| PSM Makassar | Naik ke peringkat 13/14 | 6 poin | Kemenangan perdana musim ini |
Tantangan Berat Menanti
Persija dihadapkan pada pertandingan berat berikutnya melawan Borneo FC yang masih memegang rekor sempurna dengan lima kemenangan dari lima laga. Ini menjadi ujian berat bagi mentalitas tim untuk bangkit.
Komitmen Kebangkitan Jordi Amat
Amat menegaskan pentingnya proses evaluasi menyeluruh. “Kami harus melihat kesalahan seperti apa yang kami lakukan. Kami harus tampil lebih baik lagi ke depan”. Komitmennya untuk “Kami perlu melihat diri sendiri dan mengevaluasi apa yang bisa kami lakukan lebih baik” menunjukkan sikap profesionalnya.
Fokus pada Laga Berikutnya
Pemain timnas Indonesia itu menekankan pentingnya segera move on dari kekalahan. “Kami harus kembali bermain dengan cara terbaik” merupakan sinyal kuat bahwa Persija tidak akan berlama-lama terpuruk. Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Amat yang sebelumnya menyatakan “Ini negara saya” sebagai bentuk dedikasinya bagi Indonesia dan Persija.
Analisis Akhir
Kekalahan 0-2 dari PM Makassar menjadi pelajaran berharga bagi Jordi Amat dan kawan-kawan. Pengakuan jujur sang bek veteran tentang “bukan performa terbaik” justru menunjukkan kedewasaan dan kesiapan tim untuk bangkit. Tantangan terbesar sekarang adalah membuktikan bahwa kekalahan ini hanyalah batu sandungan kecil dalam perjalanan panjang musim 2025/2026.
Dengan komitmen kuat yang ditunjukkan Amat, serta bakat pemain lain seperti Carlos Eduardo yang menjadi penyelamat di babak pertama, Persija masih memiliki fondasi kuat untuk bersaing di papan atas klasemen. Semuanya kini tergantung pada kemampuan tim menjalani evaluasi dan memperbaiki kesalahan sebelum menghadapi tantangan berikutnya.












