1: Tingkatkan Layanan Warga, Lurah Ciputat Gelar Pembinaan untuk RT dan RW
Jakarta Barat Tingkatkan Pelayanan Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan pelayanan publik, Lurah Ciputat, Iwan Pristiasya, mengumpulkan seluruh pengurus RT dan RW se-Kelurahan Ciputat dalam kegiatan pembinaan yang digelar mulai 2 hingga 4 Juli 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kelurahan Ciputat secara bertahap dan melibatkan 55 RT serta 15 RW.
Menurut Iwan, pembinaan ini menjadi sangat penting karena mayoritas pengurus baru hasil pemilihan serentak belum sepenuhnya memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka. “Meski sebagian besar adalah pengurus lama, tetap perlu penyegaran dan penyesuaian dengan aturan terbaru,” ujar Iwan.
Selain memberikan arahan mengenai tupoksi dan Perwal terbaru, kegiatan ini juga menyosialisasikan Perda Nomor 2 Tahun 2025 tentang Ketertiban Umum, serta membekali RT-RW dengan pemahaman sistem pelayanan administrasi yang kini sudah mulai berbasis digital.
Iwan berharap, para pengurus lingkungan tidak hanya bisa menjalankan tugas secara administratif, tetapi juga menjadi agen edukasi bagi masyarakat terkait layanan kelurahan dan tata kelola wilayah yang modern.
Setelah pembinaan ini, rencananya para RT dan RW juga akan mendapat pelatihan pemberdayaan, agar mereka bisa lebih mandiri dan berdaya dalam memajukan lingkungan masing-masing.
2: Lurah Ciputat Siapkan RT-RW Hadapi Era Digital, Fokuskan Pelayanan Cepat dan Tertib
Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang cepat dan transparan, Lurah Ciputat Iwan Pristiasya mengambil langkah konkret dengan mengadakan pembinaan RT dan RW se-Kelurahan Ciputat. Kegiatan ini berlangsung dari 2 hingga 4 Juli 2025 di Aula Kelurahan Ciputat.
Dalam arahannya, Iwan menekankan pentingnya transformasi pelayanan, termasuk penerapan tanda tangan elektronik, SOP pelayanan, dan sistem administrasi yang berbasis digital. “Kalau berkas lengkap, sekarang tidak perlu menunggu lama. Satu hari bisa selesai,” jelasnya.
Forum pembinaan ini juga membahas Perda Ketertiban Umum dan pemahaman kelembagaan RT-RW berdasarkan regulasi terbaru. Ini penting, mengingat banyak pengurus baru yang belum sepenuhnya memahami struktur birokrasi perkotaan.
Selain memberikan pemahaman, forum ini juga bertujuan membangun sinergi antara kelurahan dan pengurus lingkungan.
Iwan menegaskan bahwa pasca pembinaan, pihaknya akan melanjutkan dengan pelatihan lanjutan dan program pemberdayaan. “RT-RW akan jadi penghubung utama antara warga dan kelurahan,” pungkasnya.

Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Cengkareng
3: Bangun Lingkungan Tertib dan Responsif, RT-RW Ciputat Dibekali Pelatihan Khusus
Kelurahan Ciputat terus berbenah. Salah satu langkah strategisnya adalah dengan memberikan pembinaan menyeluruh kepada 55 RT dan 15 RW di wilayah tersebut.
Iwan menjelaskan bahwa pembinaan ini merupakan langkah awal dari agenda besar peningkatan pelayanan masyarakat, utamanya dalam hal ketertiban, kecepatan layanan administrasi, serta pemahaman hukum dan regulasi.
“Masih banyak yang belum familiar dengan digitalisasi. Kami ingin ubah mindset RT-RW, dari pola pikir manual ke sistem yang efisien dan cepat,” kata Iwan.
4: Tingkatkan Pelayanan: Bangun Sinergi, Layanan Harus Lebih Cepat dan Nyata
Menyadari pentingnya peran RT dan RW dalam menyukseskan pelayanan publik di tingkat akar rumput, Lurah Ciputat Iwan Pristiasya menyelenggarakan forum pembinaan RT dan RW di aula kelurahan mulai 2 Juli 2025.
Sebanyak 70% dari total pengurus adalah wajah lama, namun menurut Iwan, tetap perlu ada penguatan pemahaman mengenai peran, fungsi, dan regulasi terbaru. “Kita ingin ada kesamaan frekuensi dalam melayani warga,” ujar Iwan.
Dalam forum ini, pembahasan tak hanya soal tupoksi dasar, tapi juga strategi pelayanan cepat, termasuk sistem digitalisasi dokumen.
5: Tingkatkan Pelayanan, RT-RW Dibekali Ilmu dan Sistem Digitalisasi
Ciputat bersiap masuk era baru pelayanan masyarakat.
Dalam sambutannya, Iwan menyampaikan bahwa pelayanan saat ini harus mengedepankan efisiensi, keterbukaan, dan kecepatan.
“Saya ingin RT-RW ini tidak hanya jadi pelengkap sistem, tapi bagian aktif dari solusi,” kata Iwan.


