1. Jakarta Fair Kemayoran Kolaborasi untuk Kebangkitan Industri Kreatif
Jakarta Barat Jakarta Fair Kemayoran memasuki tahun ke-56 dengan tema “Mendukung Indonesia Maju Melalui Inovasi dan Karya Bangsa Berkelanjutan”. Ketua panitia, Siti Hartati Murdaya, menyatakan bahwa acara ini bukan sekadar pameran niaga, melainkan titik kebangkitan industri kreatif nasional melalui kolaborasi multi-sektor.
Selain memamerkan produk lokal, Jakarta Fair juga menjadi ajang strategis dalam sektor MICE, membuka peluang lapangan kerja baru dan memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
2. Ekonomi Tumbuh Lewat Inovasi: Peran Vital Jakarta Fair di Tengah Ketidakpastian Global
Dalam konferensi pers pembukaan Siti Hartati menegaskan bahwa era global penuh gejolak menuntut Indonesia untuk kuat dari dalam. menjaga momentum ekonomi nasional dan merajut persatuan bangsa,” ujarnya.

Dengan transaksi Rp7,5 triliun dan 6,3 juta pengunjung pada tahun lalu, event ini turut mengamankan kedudukan Indonesia di pasar global melalui inovasi kreatif anak bangsa.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Didominasi Cerah Berawan, Hujan Ringan Guyur Sebagian Wilayah
3. Kreativitas di Panggung Global: Peluang Produk Lokal 2025
Dengan fokus terhadap sektor kreatif seperti fesyen, produk herbal, dan furnitur, Jakarta Fair 2025 memberikan wadah bagi brand lokal untuk mendunia. “Ini saatnya produk inovatif Indonesia tampil di panggung dunia,” kata Siti Hartati.
Ragam program, seperti workshop dan kompetisi kreatif, dirancang khusus untuk memacu daya saing sekaligus membangun jejaring antara pelaku usaha lokal dan asing.
4. Dari Otomotif ke Kuliner: Ragam Produk 2025
Pameran multi-sektor ini menampilkan gebrakan luar biasa:
-
Otomotif terbaru dan layanan digital
-
Teknologi informasi dan gaming
-
Fashion lokal & fesyen muslim
-
Furnitur desain ramah lingkungan
-
Perbankan inklusif & fintech
-
Kuliner tradisional dan herbal craft
“Dari hi-tech hingga heritage, kami hadirkan semua,” jelas Siti Hartati.
5. Hari Penuh Inovasi, Budaya, dan Pertumbuhan Ekonomi
Event tahunan ini digelar selama 25 hari (19 Juni–13 Juli 2025), lebih panjang dari event sejenis regional. Tujuannya: memberi ruang optimal untuk transaksi, edukasi, pertemuan industri, serta festival budaya.


