Indosat Indosat Indosat

Resepsi Pernikahan Tetap Digelar di Tengah Banjir Rob Muara Angke

Indosat

1.Resepsi Pernikahan Akad Nikah Diterjang Rob, Penghulu Digendong, Resepsi Tetap Berlangsung Meriah

Jakarta Barat Resepsi Pernikahan Genangan air setinggi lutut tidak menyurutkan semangat warga RW 22 Muara Angke untuk merayakan momen sakral pernikahan. Resepsi tetap digelar meski kawasan itu dilanda banjir rob sejak dua hari terakhir. Yang menarik, penghulu harus digendong oleh warga agar dapat tiba di lokasi akad. Mempelai tetap melangsungkan ijab kabul dengan penuh haru.

“Ini luar biasa. Walau air naik terus, masyarakat tidak kehilangan semangat,” kata Bani Sadar, Ketua RW 22.

Indosat

 2. [Inspiratif] Banjir Tak Hentikan Cinta: Kisah Pernikahan yang Digelar di Tengah Genangan

Meski Muara Angke tergenang air hingga 80 cm, pasangan pengantin ini tak membatalkan pesta mereka. Undangan sudah disebar, dan warga tetap datang dengan semangat gotong royong. Tenda berdiri di tengah air, kursi ditumpuk untuk menjadi pijakan, dan makanan tetap disajikan meski sebagian dapur terendam.

“Ini tentang komitmen. Kalau cinta dan semangat sudah kuat, air setinggi apa pun tidak bisa menghentikan,” ujar salah satu tamu undangan.

Resepsi Pernikahan
Resepsi Pernikahan

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Dominasi Cerah Berawan, Suhu Maksimal 31 Derajat

3. [Kritikal] Resepsi di Tengah Banjir, Perlukah Risiko Itu Diambil?

Di tengah bencana banjir rob yang belum surut, warga RW 22 tetap melaksanakan pesta pernikahan. Meski romantis di mata sebagian orang, pakar kebencanaan menyoroti potensi bahaya yang ditimbulkan.

“Risiko penyakit, listrik, dan evakuasi harus dipikirkan matang. Seromantis apa pun momen ini, protokol keselamatan semestinya lebih diperhatikan,” ujar Dr. Ferly, ahli mitigasi bencana dari UI.


 4. [Visual Feature] Foto-Foto Unik Resepsi ‘Ngambang’ di Muara Angke

Foto-foto yang beredar menampilkan momen tidak biasa: penghulu digendong, tamu undangan mengangkat celana hingga lutut, dan kursi-kursi ditata di atas batu atau lantai kayu agar tidak tenggelam. Netizen menyebut acara ini sebagai “wedding of the tide”.

Satu potret memperlihatkan pengantin berjalan di atas karpet basah sambil tersenyum, diapit keluarga yang tetap antusias di tengah derasnya pasang.


 5. Resepsi Pernikahan Tetap Digelar di Tengah Banjir Rob Muara AngkeDi Tengah Rob, Warga Muara Angke Buktikan Solidaritas Lewat Hajatan

Pernikahan yang tetap digelar ini menjadi simbol kekuatan sosial masyarakat pesisir. Meski banjir sudah dua hari tidak surut, warga tetap hadir membantu.

“Bukan hanya soal resepsi. Ini soal solidaritas. Warga saling bantu, bahkan ada yang menyumbang genset dan perahu,” kata Ketua RT setempat.

Ketangguhan komunitas lokal menjadi kunci bertahannya kegiatan warga meski diterpa rob berulang.

Indosat